Nona Jalang Coba Keluar Jurang


saya si nona jalang nekat keluar jurang, nakal.

keliling dunia, dari  paris yang salju di sungai seinenya mengambang pelan, padang arafah yang butiran pasinya terasa di kaki, sampai ke pulau kecil dengan pasir putih dan rumah panggung yang nama pulaunya.. *ahem skip

dan lewati semua dengan kecepatan yang melebihi cahaya
(cahaya masih punya rumus, bisa dihitung)

bosan di dunia? ayo kita wisata antariksa jelajah luar angkasa. jejakkan kaki di mars, mampir di venus, jupiter sampai coba beku di pluto. sampai berhenti di planet dimana waktu berhenti dan kamu akan terjangkit sakit yang nama planet dan sakitnya.. *ahem skip

sakitnya buat kamu anti gravitasi. kamu melayang.
(tapi jangan sampai ke galaksi lain)

ahhh masih belum cukup? ayo kita sekarang benar benar tantang waktu. mulai dari tahun satu saat nabi isa baru lahir. lewati ribuan tahun baru dengan kecepatan yang timbulkan momentum mahabesar dimana semua lawan kamu pasti hancur. bisikkan pelan "selamat tahun baru" tiap tahun yang kamu lewati.

dan di tahun 5000, warnanya abu-abu.
biarkan bibir basah bisikkan di telingamu,
"aku sayang kamu"

BZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZT.
kembali ke dunia. dan nilai mu 6. kamu lulus.


dan itu cuma 5%. atau 6%.

Category:

Paradoks Putih


Ini cerita mengerikan tentang saya dan rok saya, yang berwarna abu abu

Saya dan rok abu abu saya yang sudah robek sana sini

Terkena infeksi dari senyawa mengerikan bernama waktu

Tiga tahun, muatan senyawa itu.

3x365x24x60x60

Itu rumus empiris reaksi senyawa itu.



Oh tidak, bukan saja merobek rok saya,

Ia memasukkan banyak hal ke otak saya yang kecil

Dan hanya ke otak kiri saya. (yang sangat lebih kecil dari otak kanan saya)

Trigonometri.Vektor.Listrik Dinamis.Biloks.Elektrolisis.Getaran.Struktur DNA…



Oh shit, dimana saya ingat judul bab nya saja sudah sangat hebat.



Tangan saya bergetar dan berbau tinta pulpen faster, itu efek sampingnya.

Oh dan ketergantungan pada kertas buram dan cahaya fotokopi.



Kembali ke rok abu abu saya itu, yang mempunyai teman si kemeja putih

Seperti gabungan suster dan hansip, putih polos tapi banyak tempelan



Mmmm mungkin tidak putih polos, kalau kita balikkan ujung bawahnya..

Banyak mm hhmmm coretan coretan seperti..



W=e.t.i/96500, hmm atau

Luas daerah=∫ <f(x)>², hmm atau..

08112…
mm hmm *skip





Anyway, infeksi itu juga membawa saya,si rok dan si kemeja ke lorong panjang coklat

Dan ruang ruang berlangit langit tinggi

Dengan papan tulis putih dan sosok menjulang yang berbicara terus di depannya

Oh dan meja kusam penuh tip ex yang nyaman untuk merebah kepala dan melamun

Lalalalalalalala apa ini Cuma halusinasi dari infeksi itu?



(Ah bukan, halusinasi tidak semembosankan ini)



Dan saat si sosok bernarasi tentang penyihir2 jahat bernama sin, cos, dan tan,



(fyi, ceritanya tidak seru)



Saya melayangkan pandang keluar jendela, dimana pohon-pohon tertawa centil

ayo anshh, sini keluarr. kita main aja.menari narii. Anginnya enak sekaliii.”



(yah, sampai disini ternyata infeksi itu menimbulkan halusinasi berlebihan juga)



Mereka menjatuhkan daun2nya yang tua dan kuning, semakin menggoda

Saya sudah semakin gila, dan ingin menghambur keluar lewat jendela



(dan yah, dicap “anak-terbelakang-hiperaktif” besoknya)



Tapi oh tapi, tiba-tiba mata saya terantuk pada benda hitam menjulang

Dengan tulisan putih berkilat-kilat diatasnya yang sangat mengintimidasi

KNOWLEDGE IS POWER, BUT CHARACTER IS MORE”







…… shit.



Maaf kawan-kawan pohon, saya masih punya karakter dan masih ingin dianggap punya.

Apalah manusia tanpa karakter, kawan? Hanya kumpulan daging menempel di tulang.



Ahh sudahlah, tahu apa pohon-pohon centil itu tentang karakter! Huh.

(dan kita dapat menarik kesimpulan, bicara pada sesuatu yang seharusnya tidak bicara itu tidak baik)



Saya mengalihkan pandangan pada makhluk sebelah saya,
Mengenakan kacamata dan tangannya produktif sekali,
Dari narasi sang sosok tentang penyihir2, itu ia membuat ringkasan ceritanya
Atau menulis ulang semuanya? Ah tidak tahulah saya.

Mata saya terpaku pada hasil karyanya yang semarak,
Bulatan bulatan dan garis garis dengan warna neon stabilo
AHHH saya ingin punya, mungkin bisa berguna!
Bisa dipakai untuk menghiasi catatan bersampul kopi saya yang kosong melompong

Tapi.. lelah sekali kalau harus membuat ulang yang seperti itu.



HMMMM~ di otak saya berkelebat cahayacahaya sekejap berwarna putih,

Dan bau keringat mas-mas dan kertas baru.

OHH MESIN FOTOKOPI TERCINTA~ tunggu aku saat bel istirahat berdering ya!

(ahh dan juga keripik pedas untuk diselundupkan ke kelas kimia ;p)



Oh oke, semua ini membuat saya pusing,



Hmmm mmm,



Bisa dibilang, infeksi ini juga..



Hmmm mmm,



Membuat kita sering mengantuk.. (hahaa ternyata selain enak ditulisi kertas buram bisa jadi alas tidur..)



Hmmm mmm,



Sangat mengantuk… (aduh, tutup pulpen faster saya hilang. Ahh. tintanya meleber.. hh sudahlah)



Hmmm mmm,



Dan penyihir-penyihir jahat itu, si SINUS, COSINUS, dan TANGEN dimakan naga dan membusuk diamuk asam lambung si naga.



(Ahhh, ternyata happy ending.)



Hmmmm mmmm, zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz….







(Sebuah tulisan di atas meja kayu penuh tip ex, sambil merebahkan kepala)

Category:

Kata Untuk Lara


Lara,
Ceritakan padaku Rasa-mu,
Sampai aku diam termangu
Raba terjal yang kau panjati,
Sentuh curam yang kau susuri
Muntahan sedikit Caya-mu

Lara,
Tunjukkan padaku Asa-mu,
Sampai aku bisu terpaku
Lihat gelap yang kau hidupi,
Dengar hening yang kau tinggali
Teriakan secuil Peri-mu

Lalu,
Selama lantunmu, Lara
Genggamlah aku,
Sampai terlupa lelahmu
Peluklah aku,
Sampai terhapus sedihmu

Dan,
Di sudut pelupuk matamu, nanti
Di ujung desah nafasmu, henti
Pelan kan kubisikkan serangkai nama,
Namamu,
Lara

Category:

Sialan!! Aku Rindu


Aaaah sialan, aku rindu. Bukan rindu main-main ini.
Ini rindu yang memuai di alveolus, sampai tidak ada ruang untuk oksigen di dalamnya
Ini rindu yang aaaah sangat jelas, Sejelas merahnya darahku, hijaunya nadiku

Sialan.

Aku rindu lehermu, sayang
Aku lari cari sabun (apa merk nya? ah persetan. ciumi satu-satu baunya)
Aku lari cari rokok (marlboro merah.. atau dji sam soe? ..hajar dua-duanya)
Aku lari cari kopi (dua sendok teh kopi. setengah sendok teh gula. air mendidih)

Iya, segila ini untuk membuat sedikit esensi bau lehermu, sayang

Aku campurkan semua. NaNaNaNaNaNaNaNa.
(Tembakau coklat, Kopi hitam, Gula putih, Air bening, Sabun Kuning)
Aku aduk perlahan. HmHmHmHmHmHm.
(Biarkan semua meresap.. melarut.. seperti rinduku..)

........

Selesai!
Tarik nafas dulu, lupakan sekitarku
1.. 2.. 3..
(Lalu, kuhirup baunya)

.........

Desahku Nafasku sudah mulai habis. Satu-satu.
Darahku Nadiku makin memucat. Pelan-pelan.


(Dan bau ini tidak sedikitpun mendekati bau lehermu, sayang)



PS : Oh ya, dan aku tidak bisa ciumi leherku sendiri. Sialan.

Category:


pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan.
mereka cuma bisa mendoakan, setelah lelah berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin jauh.
orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima.
orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan.
terkadang yang kita inginkan bisa jadi tidak sesungguhnya kita butuhkan.
dan sebenarnya yang kita butuhkan hanya merelakan.
orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian.
"
  • raditya dika dalam marmut merah jambu

Category:


Dia terus saja berjalan, meski tak tentu arah. Asal kini ia tak pernah memutar kakinya saja untuk mundur lagi belakang. Menapakkan kaki dalam jejak kakinya yang kemarin…
Tapakan kaki yang membuatnya selalu terperosok masuk seperti ditarik cepat oleh si lumpur hisap. Yang membuatnya, menjadi seekor keledai karena terus saja terjerembab pada lubang yang sama. Yang membuatnya, harus bertemu dengan bayangan hitam itu.
Bayangan yang aku sebut dengan masa lalu…
Masa dan Lalu…

Category:

ada yang pernah bilang kau cantik, ya?


ada yang pernah bilang kau cantik, ya?
padahal sampai sekarang ini aku belum menemukan alasan seseorang menyebutmu cantik.
dan bagiku kau tidak cantik.
katamu kau menarik. hmm.. iya kah?
mungkin. benar mungkin itu alasanku tertarik membawa pembicaraanku lebih dalam denganmu. setahun yang lalu. kau di dalam kereta yang digerimisi langit - aku direngkuh ruang baca yang juga digigilkan hujan.
padahal aku belum mencintaimu, sayang.
*
saat itu waktu seperti sempurna, aku tersenyum dalam bit teks yang kubaca, nyaman rasanya berlama-lama di tempat yang sama. bukan karena hujan yang tak kunjung reda, hanya mungkin aku menunggu-nunggu kau disana. yang awalnya tak dikenali memori telepon genggamku - namun mampu membuat rindu layar kacanya untuk dikedipkan :)
*
apakah kau cantik?
bagiku kau tidak cantik, sayangku..
tapi aku sedang dalam-dalam mencintaimu.
bahkan dalam gerak tak sadarmu yang sengaja kuperhatikan.
*
baik-baiklah, gadisku.
mungkin nanti kau, yang jadi ibu tercantik bagi anak-anak kita :)

Category: